Berbicara tentang big bang tentunya kita tak bisa lepas dari masalah pengukuran waktu dalam satuan detik sejak terjadinya big bang. Disini waktu ditetapkan dalam jumlah getaran atom dalam satu detik. Bila sebuah atom bergetar itu pertanda sebuah atom tersebut punya energi panas. Energi panas dalam sebuah atom diukur salah satunya dengan satuan elektron volt. Sedangkan bagian dari fisika yang mempelajari tentang panas adalah thermodinamika. Dalam thermodinamika entropi akan bertambah terhadap waktu. Integral lintasan digambarkan menyebar ke daerah ruang keadaan yang jauh lebih besar. Sistem ini digambarkan bermula dalam keadaan teratur dan berevolusi menuju keadaan yang kurang teratur, entropi akan bertambah terhadap waktu dan hukum ke-2 thermodinamika terpenuhi. Bila kondisi batasnya merupakan ruang keadaan yang lebih besar dan berevolusi menjadi ruang keadaan lebih kecil, pada saat ini integral lintasan akan tersempitkan ke ruang keadaan yang lebih kecil, ketidakteraturan dan entropi berkurang.
Evolusi semesta tampaknya bersifat tak teratur dalam model semesta inflasi, pengamatan spektrum galaksi menunjukkan semesta yang sedang mengembang. Rasanya masuk akal bila kita mengatakan bahwa arah waktu subyektif kita (dapat mengingat masa lalu dan tak dapat mengingat masa depan) searah dengan arah waktu thermodinamika yang mengatakan arah waktu sesuai dengan kenaikan entropi (perlu diingat bahwa entropi bertambah terhadap waktu). Karena arah waktu didefinisikan sesuai dengan kenaikan entropi, maka dari iru kita seharusnya berada dalam fase pengembangan alam semesta. Maka arah waktu subyektif kita searah dengan arah waktu semesta. Karena kehidupan cerdas macam kita hanya dapat muncul dalam fase pengembangan semesta, maka arah waktu thermodinamika selalu memiliki arah yang sama dengan arah waktu semesta. Sedangkan dalam fase pengerutan semesta, kehidupan cerdas macam kita (yang mempuyai arah waktu subyektif) telah lenyap dalam fase ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar